Senin, 01 Pebruari 2010 09:02:57 ¤ hit: 3244
Indonesia Pimpin Parlemen Islam Dunia
JAKARTA -- Ketua DPR RI, Marzuki Alie, terpilih menjadi presiden Parliamentary Union of the OIC Members States (PUIC) atau Persatuan Parlemen Negara Anggota Organisasi Konferensi Islam.
Berkat upaya dan lobi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Marzuki yang mewakili Indonesia berhasil menyisihkan Ali Larijani, presiden Parlemen Iran dalam Konferensi VI PUIC yang digelar di Kampala, Uganda, yang berlangsung pada 24-31 Januari. 'Alhamdulillah, Ketua DPR RI telah terpilih sebagai Presiden PUIC untuk dua tahun ke depan setelah mengalahkan unggulan lain, Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani,' ungkap Ketua BKSAP DPR RI, Hidayat Nur Wahid. Marzuki merupakan ketua parlemen pertama di Indonesia serta Asia Tenggara yang pertama kali menjabat sebagai presiden PUIC. Menurut Hidayat, terpilihnya Marzuki sebagai presiden PUIC adalah salah satu target yang diemban BKSAP DPR RI dalam forum Parlemen Islam Dunia. Terpilihnya Marzuki sebagai orang nomor satu di PUIC diharapkan dapat menunjukkan kepada dunia bahwa Islam dan demokrasi bisa seiring sejalan, seperti yang terjadi di Indonesia. Selain itu, Indonesia diharapkan bisa berperan secara lebih terhormat melalui diplomasi parlemen di antara negara-negara anggota OKI. Dipercayanya ketua parlemen Indonesia menduduki kursi tertinggi di PUIC juga merupakan pengakuan negara-negara Islam terhadap kualitas demokrasi di Tanah Air. Delegasi Indonesia yang berhasil menempatkan Marzuki Alie sebagai presiden Parlemen Islam Dunia itu, antara lain; Hidayat Nur Wahid, ketua BKSAP DPR; Muhammad Najib, wakil ketua BKSAP; Nurhayati Ali Assegaf; Sidarto Danusubroto; Syofwatillah Mohzaib; dan Satya W Yudha. Selain memilih presiden, Konferensi VI PUIC juga membahas sejumlah isu yang berkembang di negara-negara anggota OKI. Presiden Uganda, Yoweri Museveni, saat membuka pertemuan itu, mengatakan, negara-negara anggota OKI tidak dapat membangun tanpa perdamaian. Guna menyukseskan pem bangunan, papar Yoweri, negara-negara anggota OKI harus mentransformasikan paradigma ekonomi dan menghindarkan dominasi negara-negara maju. PUIC berdiri pada 17 Juni 1999 dalam sebuah konferensi di Tehran, Iran. ed; heri ruslan (-)
Sumber: Republika
Sebelumnya |