Home » Berita

Terbaru Lainnya

01.02.2010
Indonesia Pimpin Parlemen Islam Dunia

07.01.2010
Hidayat Nurwahid Minta Rehabilitasi Nama Gus Dur

05.01.2010
Hidayat: Sekalian Saja Soeharto & Gus Dur Dijadikan Pahlawan Nasional

09.12.2009
Ketua BKSAP Kutuk Keras Bom Bunuh Diri di Irak

09.12.2009
Hidayat Optimis Seluruh Delegasi Akan Setujui Draft Keuangan APA

09.12.2009
Draf Antiterorisme DPR Disikapi Hati-hati

09.12.2009
Hidayat Nur Wahid: 9 Desember Bukan Ancaman bagi Pemerintah

09.12.2009
Desak Berjalan Damai, Hidayat Nurwahid Juga Ingatkan SBY

08.12.2009
Delegasi APA Mulai Tiba di Bandung



Telusur


Arsip Berita

<< Agustus 2010 >>
Ah Sn Sl Rb Km Jm Sa
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31        
Jumat, 30 Oktober 2009 14:10:54 ¤ hit: 3140

HNW Siap Jamin Chandra dan Bibit


Hidayat mengatakan, alasan polri yang menahan dua pimpinan KPK itu dinilai mengada-ada. Seringnya Chandra dan Bibit mengadakan konferensi pers untuk mengungkapkan kebenaran bukan alasan yang tepat.

HNW Online: Mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyesalkan tindakan polri yang menahan Pimpinan nonaktif KPK Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Riyanto. Saat ditanya wartawan mengenai kesiapannya untuk menjamin mereka, Hidayat menyatakan siap.

"Bersama dengan rekan-rekan lain yang ingin menegakkan keadilan, Saya siap ikut menjamin," tegas Ketua BKSAP ini.

Hidayat melanjutkan, alasan polri yang menahan dua pimpinan KPK itu dinilai mengada-ada. Seringnya Chandra dan Bibit mengadakan konferensi pers untuk mengungkapkan kebenaran bukan alasan yang tepat.

"Padahal negara kita menghargai kebebasan pers dan media pun tidak bisa dibredel," katanya.


Mantan Presiden PKS ini justru khawatir polisi dan KPK terjebak dalam sebuah konspirasi besar. Padahal Indonesia sedang giat dalam penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi. Harusnya polisi dan KPK bisa bekerja sama untuk penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi supaya para koruptor itu yang ditahan.

"Bukan mereka yang melawan koruptor yang ditahan. Untuk itu presiden harusnya mengambil langkah untuk menyelesaikan kasus ini," pungkasnya.

Sebelumnya