|
Terbaru Lainnya 11.05.2010 Parlemen Indonesia curigai niat baik Israel
22.02.2010 BKSAP Sepakat Bentuk Panja MDGs
20.01.2010 Hidayat Nur Wahid Hadiri Sidang APPF ke-8
08.12.2009 Presiden Pagi Ini Buka Sidang APA
04.12.2009 Sidang Asian Parliamentary Asembly
04.12.2009 Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Sidang Parlemen Asia
05.11.2009 Kaukus Anggota DPR RI untuk Palestina
05.11.2009 Hidayat: Israel Tidak Layak Jadi Anggota Lembaga Internasional
30.10.2009 HNW Siap Jamin Chandra dan Bibit
Telusur
Arsip Berita
| 1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
| 8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
| 15 |
16 |
17 |
18 |
19 |
20 |
21 |
| 22 |
23 |
24 |
25 |
26 |
27 |
28 |
| 29 |
30 |
31 |
|
|
|
|
|
Sabtu, 22 November 2008 22:11:45 ¤ hit: 2945
Hidayat Nilai Wajar Perbedaan Pendapat Soal Iklan Soeharto
Jakarta - Perbedaan pendapat sempat muncul antara Presiden PKS Tifatul Sembiring dan Sekjennya Anis Matta terkait iklan Soeharto. Tapi hal ini dinilai biasa oleh Ketua MPR Hidayat Nurwahid, yang juga mantan Presiden PKS.
"Ah, itu biasa dalam demokrasi," ujar Hidayat kepada detikcom, Jumat (21/11/2008) malam.
Hal ini disampaikannya usai menghadiri acara penghargaan juara lomba matematika Pasific Countries Social an Economic Solidarity Association di Hotel Intercontinental, Jl Jendral Sudirman, Jakarta.
Menurutnya kontroversi ini jangan terlalu dilihat buruknya. Dia juga menyampaikan, agar pengusungan Soeharto sebagai guru bangsa harus dilihat sebagai upaya rekonsiliasi.
"Kita lanjutkan hal yang baiknya, dan tinggalkan yang buruk," tandasnya.
Di akhir, Hidayat menyerahkan penilaian apapun terhadap masyarakat akibat perseteruan ini. Namun dia tetap optimis bahwa PKS selalu berkomitmen untuk membangun bangsa.
"Terserah pihak manapun ingin menilai, tapi saya yakin PKS selalu punya komitmen," pungkasnya.(ape/ndr)
Sumber: DetikCom
Sebelumnya |