Home » Liputan

Terbaru Lainnya

11.05.2010
Parlemen Indonesia curigai niat baik Israel

22.02.2010
BKSAP Sepakat Bentuk Panja MDGs

20.01.2010
Hidayat Nur Wahid Hadiri Sidang APPF ke-8

08.12.2009
Presiden Pagi Ini Buka Sidang APA

04.12.2009
Sidang Asian Parliamentary Asembly

04.12.2009
Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Sidang Parlemen Asia

05.11.2009
Kaukus Anggota DPR RI untuk Palestina

05.11.2009
Hidayat: Israel Tidak Layak Jadi Anggota Lembaga Internasional

30.10.2009
HNW Siap Jamin Chandra dan Bibit



Telusur


Arsip Berita

<< Agustus 2010 >>
Ah Sn Sl Rb Km Jm Sa
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31        
Jumat, 21 November 2008 14:11:31 ¤ hit: 2947

Hidayat Nurwahid Sesalkan Iklan Soeharto


Jakarta– Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nurwahid, mengaku menyayangkan kebijakan iklan politik partainya. Dia menyorot sosok Presiden Soeharto di dalam iklan politik yang ditayangkan di televisi swasta itu pada 10 November 2008.

“Sangat disayangkan kenapa ditampilkan bersama tokoh-tokoh lain di iklan PKS. Dan disebut sebagai guru bangsa serta pahlawan nasional,” katanya di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Jumat 21 November 2008.

Alasannya, kata Hidayat, Dewan Pimpinan Pusat PKS, belum pernah menetapkan Soeharto sebagai guru bangsa dan pahlawan. Hal itu, katanya, ditegaskan Presiden PKS, Tifatul Sembiring.

Hidayat mengaku tidak mendukung iklan itu. Namun, dia mengatakan mendukung upaya rekonsiliasi pemikiran para pemimpin nasional yang digagas PKS.

Sejumlah kegiatan PKS sepekan terakhir memantik polemik. Iklan peringatan Hari Pahlawan yang menampilkan Soeharto sebagai guru bangsa adalah salah satu contohnya.

Iklan itu menuai kritik, karena sejumlah kalangan menilai Soeharto tidak tepat bila dinobatkan sebagai pahlawan.

Bahkan, PKS kemudian mengadakan pertemuan putra-putri ahli waris pemimpin Indonesia di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada Rabu 19 November 2008. Dalam acara ini, PKS juga mengundang keluarga Soeharto. Salah satu putri Soeharto, Siti Hediyati Hariyadi, menghadiri acara itu.

Acara itu juga menghasilkan kritik tajam. PKS menjawab kritiknya dengan acara pemberian penghargaan kepada 104 tokoh pemuda. Sejumlah orang yang hendak diberikan penghargaan malah menolaknya.



Sumber: vivanews

Sebelumnya